| Istimewa : Honda vario 125 cc sambut pengunjung di pintu masuk |
Selama beberapa minggu terakhir ini,
masyarakat Indonesia sedang gempar membicarakan kenaikan BBM. Kenaikan harga
BBM ini dikhawatirkan akan menambah kesulitan masyarakat dalam berkendara.
Demi menyelesaikan masalah ini, Honda
mengeluarkan produk tebarunya: Honda Vario 125 cc, yang diklaim sebagai motor
yang irit bahan bakar karena sistem injection-nya.
Tidak tanggung-tanggung, Honda Vario ini hanya menghabiskan BBM sebesar 52,1 km
per liter.
Honda Vario 125 cc ini juga dilengkapi
dengan fasilitas helm-in yang mampu
menyimpan helm di bawah jok. Tersedia dalam 5 pilihan warna, Honda Vario 125 cc
hadir sebagai jawaban atas kekhawatiran akan naiknya harga BBM. (elr)
Kenyamanan saat
berkendera merupakan hal yang penting untuk sebuah kendaraan, terutama dalam
perjalanan jauh. Kendaraan seperti mobil ataupun bis memang sudah biasa. Namun
untuk sepeda motor, perlu ada kenyamanan ekstra jika dipakai di perjalanan
jauh.
Astarina Cleosa, salah
satu siswi SMAN 1 Boyolangu mengakui bahwa untuk berpergian jauh, sebuah sepeda
motor itu harus nyaman dan irit. Karena itulah ia memilih Honda Beat. Ia sudah
memakai Honda Beat berwarna merahnya selama hampir satu tahun. Dan selama itu
pula, gadis yang akrab disapa Osa ini semakin percaya bahwa Honda Beat adalah
pilihan yang tepat.
“Honda Beat itu nyaman
banget dipake, tinggal ‘mangkring’ terus gas,” ujarnya.
Kualitas Honda Beat ini
juga sudah dibuktikan sendiri oleh Osa. Pagi ini (22/3) Osa dan beberapa tim
mading berangkat dari Tulungagung ke Kediri untuk mengantar mading yang
diikutsertakan di lomba Perang Mading School Contest VI. Dan tentu saja ia
memakai Honda Beat merahnya. Jarak kurang lebih 60 km dilaluinya hanya dengan
berbekal bensin kira-kira 1 setengah liter.
“Padahal tadi bensinnya
nggak penuh, tapi udah bisa buat pulang-pergi Tulungagung-Kediri,” tambahnya
bangga. (elr)
![]() |
| Sang Legenda Honda C70 |
Eits. Jadul bukan berarti kuno segalanya ya. Motor yang bernama asli Honda C70 ini tidak bisa diragukan keiritannya. Karena ini adalah motor bebek pertama dengan keiritan yang luar biasa. Bahkan motor ini bisa menahan beban yang sangat berat. Yah, tidak heran kalau sampai sekarang motor ini masih awet.
Eksistensi Honda Kalong ini masih tetap terasa di berbagai tempat di Indonesia. Karena itu, ia mempunyai banyak julukan. Seperti “Honda Pitung” dari Yogyakarta, “Honda Pletuk” dari Solo, “Honda Kuntul” dari Surabaya, dan “Honda Cekupluk” dari Bali. Honda Kalong sendiri adalah julukan dari Kediri.
Yap. Apapun panggilannya, apapun julukannya, Honda C70 ini memang patut dikasih dua—tidak, banyak jempol. Karena segala kekhasannya, motor ini bisa menjadi sebuah motor legenda yang diminati banyak kalangan sampai sekarang. Salut! (elr)




