Kediri – Indonesia mempunyai
banyak kebudayaan. Setiap daerah bahkan mempunyai kebudayaan dan tradisi
sendiri yang beragam. Namun sayang, keragaman budaya itu tidak diimbangi oleh
tingkat pengetahuan yang tinggi dari generasi muda. Mereka cenderung lebih
tertarik kepada kebudayaan modern daripada yang tradisional.
Berdasarkan pada peristiwa itu, di acara
Perang Mading Komu School Contest VI yang diadakan di Ballroom Kediri Mall
mulai tanggal 23 sampai 24 Maret 2012, SMAN 2 Kediri bersama tim madingnya
mempersembahkan sebuah mading 3D yang mengangkat tentang tradisi Grebeg Sura.
Grebeg Sura merupakan sebuah tradisi yang ada di Ponorogo, Jawa Timur. Tradisi
ini digelar oleh masyarakat Ponorogo demi menyambut kedatangan bulan Sura atau
Tahun Baru Islam. Dibuka oleh acara penyucian pusaka-pusaka dan ditutup oleh
larung sesaji, tradisi ini telah menjadi sebuah agenda tahunan bagi masyarakat
Ponorogo.
Dengan menampilkan bentuk sesajen yang ada
di Grebeg Sura, mading 3D ini ternyata memiliki beberapa rahasia. Dari kejauan,
pengunjung memang hanya akan melihat beberapa artikel yang diletakkan di bawah
mading. Namun ternyata jika dilihat dari dekat, ada beberapa artikel yang
tersembunyi di balik buah-buahan yang menempel di sesajen. Pengunjung tinggal
membuka artikel yang tersembunyi itu dan bisa langsung membacanya. (elr)
Kediri – Hari ini (24/3) adalah hari kedua
penyelenggaraan Komu School Contest VI di Ballroom Kediri Mall. Semenjak pukul
9 pagi, para peserta sudah banyak yang datang. Beberapa dari mereka ada yang
duduk-duduk di depan panggung sementara beberapa yang lain berkumpul untuk menjaga
mading masing-masing.
Sebuah insiden terjadi mengawali pagi ini.
Mading SMA 1 Nganjuk yang berada di bagian selatan panggung roboh. Mading yang
berbentuk robot gundam ini jatuh menyamping ke kiri, sehingga mading sebelahnya
yang berbentuk topeng terkena imbasnya. Uniknya, kedua mading tersebut
sternyata sama-sama milik SMA 1 Nganjuk.
Robohnya kedua mading itu diperkirakan
terjadi sebelum Komu School Contest VI hari kedua ini dibuka. Karena sejak pagi
hari, posisi kedua mading tersebut sudah sama-sama roboh. Beruntung anggota tim
mading cepat datang, jadi kedua mading bisa cepat ditegakkan kembali. (elr)
| Peserta Perang Mading tampak asyik membenai Madingnya |
Kediri – Ajang Perang Mading Komu School
Contest VI telah berlangsung. Puluhan peserta dari berbagai SMP dan SMA se
eks-karesidenan Kediri telah menunjukkan yang terbaik untuk madingnya. Dan kemarin (23/3) merupakan
saat dimana mereka harus memamerkan jerih payah mereka tersebut di Ballroom
Kediri Mall.
Ada beberapa kriteria dalam penilaian
mading ini. Seperti kesesuaian dengan tema Komu School Contest VI, artikel, dan
performance keseluruhan. Mading yang
terbuat dari bahan daur ulang pun ikut memberikan nilai tambahan. Hal itulah
yang mendasari pembuatan mading 3D milik SMK Cahaya Abadi.
Dengan memanfaatkan botol-botol bekas, tim
mading SMK Cahaya Abadi ini menyusun botol-botol tersebut menjadi dasaran
mading. Selain itu, mading yang memperlihatkan rumah-rumah Jawa itu juga
memakai sterofoam yang biasa digunakan sebagai dasaran buah untuk tanahnya.
Tidak hanya itu saja. Di belakang mading berdiri sebuah kayu dan papan
bertuliskan identitas mereka, “SMK CAHAYA ABADI”. Dan tulisan tersebut dibentuk
dari bungkus-bungkus permen. Menarik, ya?
Salah satu anggota tim menyebutkan bahwa
mereka memilih pengerjaan seperti itu karena simple. Selain itu ia menambahkan, karena kecintaan terhadap
Indonesia maka mereka mengangkat tema tradisional tersebut.
“Tema madingnya ethnic batik modern. Karena
kami cinta Indonesia. Hehehe...,” ujarnya. (elr)
Kediri – Besok (23/3)
merupakan hari pertama pelaksanaan School Contest VI. Bertempat di Ballroom
Kediri Mall, kompetisi kreativitas antar-sekolah ini akan diselenggarakan
selama 3 hari dengan Final Party pada hari Minggu besok (25/3). Karena sudah
mendekati hari H, para panitia maupun peserta sudah mulai menyiapkan segala
perlengkapannya.
| Suasana Grand Ballroom Kediri Mall sebelum hari H |
Hari ini (22/3) sudah
banyak mading yang ditata di dalam Ballroom sesuai nomor urutnya. Sejumlah
peserta sibuk meletakkan madingnya, sementara beberapa yang lain sibuk memotret
beberapa mading. Sebelum segala persiapan itu usai, para peserta diwajibkan
mengisi check list tentang
barang-barang apa yang akan ditinggal.
Tidak hanya peserta saja
yang sibuk, para panitia pun mulai sibuk melengkapi berbagai macam sarana demi memeriahkan
School Contest VI. Kali ini, mereka sudah siap-siap untuk panggungnya. (elr)
Tulungagung – Tinggal di
luar kota sama sekali bukan masalah bagi kita untuk berhenti berkarya. Karena terbukti
dengan keikutsertaan SMAN 1 Boyolangu yang bertempat di kota Tulungagung di
kompetisi School Contest VI yang diadakan di Kediri. Walaupun jarak antara
Tulungagung dengan Kediri itu boleh dibilang dekat, namun perjuangannya tetap
tidak boleh dibilang gampang.
| Proses pengangkatan Mading menuju Kediri Mall |
Pagi ini (22/3), tim
mading SMABOY telah bersiap-siap di sekolah. Sambil bercengkrama, mereka
menanti mobil pickup yang akan
mengangkut mading mereka ke Kediri. Mading dengan dominan batik mereka sudah
selesai dan siap untuk diberangkatkan.
Sekitar pukul 10 pagi, pickup hitam tersebut akhirnya datang.
Kelima anggota laki-laki mulai sibuk untuk mengangkat setengah bagian dari
mading ke pickup, dilanjutkan dengan
setengah yang lainnya. Karena mading tersebut mengandung begitu banyak properti
kecil-kecil, maka penempatan mading juga harus diperhitungkan.
Kediri - Setelah menunggu seleksi penilaian mading yang lolos di Komu School Contest VI kali ini. Akhirnya hari ini (20/3) pengumuman peserta mading, sudah diumumkan melalui koran Jawa Pos Radar Kediri. Kami sebagai sekolah yang berada di Tulungagung sedikit kesulitan, karena koran Jawa Pos di Tulungagung ini tidak ada rubrik Radar Kediri di isi koran Jawa Pos Tulungagung.
Mau tak mau kami berjuang mencari informasi mading yang telah lolos dan siap dipamerkan di Final Party Komu School Contest VI dengan membeli koran Jawa Pos Radar Kediri yang memang tempatnya di Kota Kediri sekaligus menemani Technical Meeting Mading pada hari ini jam 14.00 di Radar Kediri. Hebohnya tahun ini ada 2 SMA dan 1 SMP yang berasal dari Kota Tulungagung, antara lain: SMAN 1 Boyolangu, SMA Al-Azhar dan SMP 6 Tulungagung.
Mau tak mau kami berjuang mencari informasi mading yang telah lolos dan siap dipamerkan di Final Party Komu School Contest VI dengan membeli koran Jawa Pos Radar Kediri yang memang tempatnya di Kota Kediri sekaligus menemani Technical Meeting Mading pada hari ini jam 14.00 di Radar Kediri. Hebohnya tahun ini ada 2 SMA dan 1 SMP yang berasal dari Kota Tulungagung, antara lain: SMAN 1 Boyolangu, SMA Al-Azhar dan SMP 6 Tulungagung.
Berikut ini adalah berbagai mading yang lolos dan siap dipamerkan di Grand Ballroom Kediri Mall.
Mading 3 dimensi SMA
- MA- AL HUDA KEDIRI
- SMK AL-HUDA KEDIRI
- SMKN 1 KEDIRI
- SMAN 7 KEDIRI
- SMAN 1 NGANJUK (A)
- SMAN 1 NGANJUK (B)
- SMAN 1 NGANJUK (C)
- SMAN 1 KERTOSONO
- SMAN 1 TANJUNGANOM
- MA HM TRIBAKTI KEDIRI
- SMAN 1 BOYOLANGU TULUNGAGUNG (alhamdulillah lolos)
- SMK CAHAYA ABADI
- SMAN 5 KEDIRI
- MA AL- ISLAM NGANJUK
- SMKN 1 PLOSOKLATEN
- SMAN 8 KEDIRI
- SMKN 2 KEDIRI
- MAN PURWOASRI
- SMAN 6 KEDIRI
- MAN 2 KEDIRI
- SMKN 1 NGASEM
- SMA WAHIDYAH
- SMA PAWYATAN DAHA KEDIRI
- SMAN 1 KEDIRI
- SMA QUEEN AL- FALAH
- SMA POMOSDA
- SMAK PETRA KEDIRI
- MA MA’ARIF PARE
- SMA AL- AZHAR TULUNGAGUNG
- SMAN 1 PAPAR
- SMAN 1 PUNCU
- SMAN 2 KEDIRI
- SMAN 2 NGANJUK
- SMK AHMAD YANI GURAH
MADING 2 DIMENSI SMA
- MA AL-HUDA KEDIRI
- SMKN 1 KEDIRI
- SMK AL-HUDA KEDIRI
- SMAN 1 KEDIRI
MADING 3 DIMENSI SMP
- SMP AL-HUDA KEDIRI
- SMP MUHAMMADYAH
- SMPN 8 KEDIRI
- MTs AL- ISLAM NGANJUK
- SMP ISLAM BAITUL IZZAH
- MTsN KANIGORO KRAS
- SMP AL- IKHLAS TAROKAN
- MTsN MODEL PARE
- SMPN 1 TANJUNGANOM
- MTsN JOMBANG KAUMAN
- MtsN Kediri 2
- SMPN 1 PACE
- SMPN 3 KEDIRI (A)
- SMPN 3 KEDIRI (B)
- MTs SUNAN AMPEL
- SMPK PETRA KEDIRI
- SMPN 6 TULUNGAGUNG
- MTsN GROGOL
- SMP POMOSDA
- MTs MIFTAHUL HUDA
- MTsN PUNCU
MADING 2 DIMENSI SMP
- SMPN 8 KEDIRI
- MTsN KANIGORO KRAS
- MTsN PURWOASRI
- SMPN 1 PRAMBON
Sumber mading yang lolos : http://sc.radarkediri.co.id/?p=90
Tulungagung – UAS untuk siswa kelas 3 sudah berlangsung sejak Senin (19/3) yang lalu, siswa kelas 1 dan 2 juga sudah diliburkan semenjak hari itu. Namun ternyata aktivitas beberapa siswa kelas 1 masih nampak di sekitar halaman SMAN 1 Boyolangu. Mereka begitu sibuk membenahi sebuah mading 3D dengan corak batik yang mendominasi.
Ya. Tim mading SMABOY memang sedang mempersiapkan diri demi mengikuti kontes Perang Mading School Contest VI di Kediri. Mereka begitu kompak bekerja sama demi mempersembahkan sebuah mading 3D yang bisa menarik perhatian. Apalagi ketika Selasa yang lalu (20/3) diumumkan bahwa mading 3D ini lolos penjurian dan berhak maju untuk dipamerkan di Ballroom Kediri Mall. Hal itu menambah semangat para tim mading untuk memaksimalkan mading mereka.
Dengan keberhasilan ini, SMABOY menjadi salah satu dari tiga sekolah di Tulungagung yang berhak maju ke pameran. Kedua sekolah lainnya yaitu SMA Al Azhar dan SMPN 6 Tulungagung. (elr)



