| AKTIVITAS : Semangat peserta melukis celengan |
Kediri – Acara Komu School Contest VI telah
resmi dibuka pada siang (23/3) tadi. Itu artinya, lomba melukis celengan juga
resmi dimulai. Sekitar 50 peserta dengan perlengkapan melukisnya telah siap
dengan media celengan yang telah mereka dapat pada saat registrasi. Mereka
bersiap-siap di sisi kanan-kiri panggung. Setelah hitungan mundur dari kedua host, mereka mulai menghiasi celengan
masing-masing.
Kreatifitas sangatlah diperlukan dalam
ajang ini. Karena peserta diharapkan dapat menghias celengan semenarik mungkin.
Dan terbukti, berbagai macam corak telah berhasil mereka gambarkan di atas
permukaan celengan tersebut.
Lomba melukis celengan ini diikuti oleh
siswa SMP-SMA se eks-karisidenan Kediri. Ditutup pada pukul 5 sore, para
peserta tampak puas dengan hasil kreatifitas mereka masing-masing. (elr)
Tulungagung – Kompetisi
melukis School Contest VI akan diadakan besok (23/3) di Ballroom Kediri Mall
pukul 2 siang. Demi berpartisipasi dalam kompetisi itu tentunya para peserta
telah mempersiapkan perlengkapannya seperti cat, kuas, dan tema karya. Hal
itulah yang dialami Elsie Shahria Nurdinina, salah satu peserta dari SMAN 1
Boyolangu Tulungagung.
| Konsep melukis dari Elsie SMAN 1 Boyolangu |
Perjuangannya dalam
mempersiapkan kompetisi ini terbilang cukup keras. Ia mengaku sempat bingung
akan arti dari “modern ethnic” yang merupakan tema dari School Contest VI ini.
Ia sampai harus bertanya kepada salah satu guru Sosiologi mengenai arti dari
kalimat tersebut.
“Tema karya sendiri juga
sempet bingung, sempet buntu ide. Hehe... Tapi Alhamdulillah untuk persiapan
nyari cat dan lain-lain lancar,” ujarnya.
Untuk karyanya nanti, ia
akan mengangkat tema budaya Jawa. Dengan berbekal cat poster, spidol emas, dan
perlengkapan lainnya, Elsie ingin menunjukkan kepada orang lain tentang
kebudayaan tersebut melalui karyanya. Ia juga ingin menunjukkan bahwa kita
sebagai anak muda wajib melestarikan budayanya sendiri.
“Budaya kita itu banyak.
Walaupun jadul, kita harus mau untuk melestarikannya. Contohnya aja memadukan
antara yang jadul sama yang modern. Karena kalau kita bisa mengolah sesuatu
yang jadul itu dengan sentuhan modern, itu sudah bisa disebut melestarikannya,”
tambah Elsie. (elr)



