catatan : klik foto untuk zoom
| Penampilan Trinity dari SMAN 1 Kedungwaru |
Kediri – Hari pertama penyelenggaraan Komu
School Contest VI hampir berakhir. Menjelang penutupan tersebut, sejumlah
peserta dari School Modern Ethnic Dance Contest menunjukkan kebolehannya
membawakan dance dengan unsur modern
dan tradisional di atas panggung KSC VI.
Demi memberikan sebuah penampilan yang
spektakuler, mereka juga menyuguhkan kostum yang baik di samping gerakan dance yang mengesankan. Grup Trinity misalnya.
Grup dance dari SMAN 1 Kedungwaru
Tulungagung ini memadukan antara baju kuning-hitam dengan rok dengan corak
kotak-kotak hitam-putih seperti kain Bali. Selain itu, mereka juga memakai
kipas yang berpadu dengan kostumnya. Hal tersebut membuat penonton terpukau dan
tidak melepaskan pandangan dari panggung.
“Dance-nya
bagus. Acaranya juga meriah banget. Nggak rugi deh dateng jauh-jauh dari
Tulungagung buat dukung dance,” ujar
Aris, salah satu pengunjung dari SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung.
| Dance unik dari SMA Pawyatan Daha |
Lain daerah lain pula penampilannya. Grup
Spon Cream dari SMA Pawyatan Daha yang tampil pertama bahkan menggunakan sarung
sebagai pelengkap kostumnya. Selain itu, dance
dari grup yang beranggotakan 1 laki-laki dan 4 perempuan ini dibuat seperti
layaknya sebuah theatre.
Potongan-potongan musik yang unik seperti suara telepon masuk dari lagu tema
kartun SpongeBob juga ikut dimasukkan dalam dance
mereka.
Selain kedua penampilan itu, ada lagi
penampilan-penampilan lain yang tak kalah serunya. Seperti grup Fourvilla Queen
dati MTsN Puncu yang mengenakan kostum tradisional lengkap dengan musik yang
juga tradisional, SMA Ahmad Yani dengan kostum berbulu dengan corak ungu, dan
grup Masarika Dance dari MTsN Kanigoro dengan kostum putih-merah muda. Namun
sayang, untuk peserta dari SMAK Petra harus terpaksa didiskualifikasi karena
tidak datang. (elr)



